Hujan dan Teduh

Standar

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka.

Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan.

Ya, jalanmu dan jalanku.

Meski, diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh.

Pernahkah kau mendengar kisah mereka?

Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu tetapi tidak bersama dalam perjalanan.

Seperti itulah kita.

Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan.

 

_wulan dewatra dalam novel Hujan dan Teduh_

Belajar Qana’ah Belajar Bersyukur

Standar

Bismillahirrahmanirrahim..

Ini bukan untuk siapa-siapa, ini kata-kata untuk diri saya sendiri, sebagai pengingat agar selalu bersyukur atas nikmat Allah sebagai pengingat agar diri ini selalu merasa cukup, selalu bersyukur dan tidak kufur nikmat.

Uang, adalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat jual beli. Semua orang butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk saya. Tapi apa semuanya bisa dibeli dengan uang?

Rejeki Allah disebar diseluruh bumi untuk makhlukNya, kita manusia diwajibkan berikhtiar untuk menjemput rejeki tersebut. Terkadang saya merasa tertohok, jika saya merasa kurang atas apa yang saya terima, banyak diluar sana yang menerima lebih sedikit dari saya padahal mereka lebih bermanfaat bagi orang lain. Sementara saya?? Sudah diberi lebih dari cukup tapi terkadang tetap merasa kurang. Di luar sana, banyak saudara-saudara saya yang berjuang demi kemanuasiaan tanpa imbalan sepeser pun. Sedangkan disini?? Saya terkadang terlalu menghitung tiap detil yang saya lakukan dikonversikan dengan nilai rupiah.

Astaghfirullahal’adzim..

Padahal seperti yang kita tahu, didalam rejeki yang kita terima ada sebagian hak orang lain, hak orang-orang yang membutuhkan. Dan nikmat Allah itu tak melulu hanya materi. Hidup sehat dan waktu luang adalah nikmat Allah yang sering kita sia-siakan. Dengan hidup sehat kita bisa menghirup oksigen dengan bebas tanpa harus membayar beratus-ratus ribu hanya untuk beberapa liter, kita bisa bernafas spontan tanpa bantuan ventilator yang biaya sewanya berjuta-juta dan lain sebagainya.

Lihatlah di panti asuhan luar biasa, mereka berkebutuhan khusus, ada yang tak bisa melihat indahnya dunia, bahkan kan bisa melaihat wajah mereka sendiri. Hanya ada gelap dan terang, sedangkan aku??kita?? Mereka yang terlahir tak sempurna, tak dapat berjalan atau tak memiliki tangan yang sempurna, mereka tetap bertahan hidup dan bresyukur dengan terus belajar ketrampilan berpuluh-puluh kali lipat lebih keras dari manusia normal, sedangkan aku?kita??

Waktu berkumpul dengan keluarga lengkap dengan tenang tanpa ada gangguang suara bom atau tembakan seperti yang dialami saudara kita di Timur Tengah, tidak harus dengan tiba-tiba kehilangan sanak keluarga dan semua hartanya dikarenakan musibah longsor atau gempa atau yang lainnya. Teman-teman yang baik, yang selalu mengingatkanmu akan Allah dan surga, juga termasuk nikmat Allah yang tak tergantikan. Sudahkah bersyukur??

Faabiayyialaa irabbikummatukadziban..Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan??

Kita terkadang memandang hidup orang lain lebih enak, rumput tetangga lebih hijau, padahal hidup kita bisa jadi hidup yang diinginkan orang lain. Orang yang bekerja jauh dari keluarga merasa iri melihat orang yang dekat dengan keluarga, padahal diluar sana ada banyak orang yang tidak bekerja ingin bekerja. Orang yang berpenghasilan 1juta merasa iri dengan yang berpenghasilan 2juta, pdahal banyak orang dengan penghasilan hanya seratus ribu. Dan masih banyak lagi yang lainnya.  Jika kita bersyukur, insyaaAllah akan ditambah nikmat kita, itu janji Allah dan janji Allah itu pasti.

Ya Allah, ampuni hamba yang kadang kurang bersyukur atas nikmatMU.

Ya Allah, jadikan kami hambaMU yang selalu merasa qana’ah atas setiap rejekiMU. Jadikan kami hamba yang ikhlas dalam menerima setiap takdirMU.

Ya Allah, jangan jadikan hamba sebagai orang yang mendzalimi saudaranya hanya karena mengejar rupiah, jabatan, dan duniawi lainnya.

Astahgfirullahal’adzim alladzilaailaahailla huwalkhayyulqayyum wa atubuilaaih..

Rabbana atinafiddunya khasanah, wafil akhiratikhasanah waqina ‘adzabannar.

Subkhana rabbika rabbil’izzati ‘ammayasifun walamaun’alalmursalin walkhamdulillahirabbil’alamiin.

 

Madiun, 16 Syawal 1437 H

Resep Pisang Aroma Ala-ala

Standar

Bismillahirrahmanirrahim.

Buah pisang dengan sejuta manfaat dapat dibuat berbagai macam camilan, ini salah satu camilan awet buah pisang. Pisang aroma adalah makanan khas Temanggung Jawa Tengah, saat main ke rumah teman disana saya menjumpai banyak home industri pisang aroma ini. Orang tua teman saya salah satunya. Di rumah saya banyak sekali buah pisang, daripada mubazir dan bosan jika dibuat itu-itu saja dan kebanyakan jenis makanan basah yang tidak awet maka saya buat pisang aroma saja. Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya.

Bahan :

  1. Sale pisang dari 5 buah pisang, dapat dibuat dengan cara mengiris tipis-tipis pisang jenis pisang apa saja yang ada, saya pakainya pisang asem, kdang pisang uter, kadang pisang kapok, seadanya pokokna mah. Setelah itu dijemur dibawah matahari kurang lebih 2 hari sampai warnanya berubah coklat.
  2. Kulit lumpia 15 lembar, bisa bikin sendiri atau beli jadi di tukang sayur. Saya biasanya beli jadi, praktis 1 bungkus isi 15 lembar harga 3rb an ahehe
  3. Gula pasir secukupnya, sekitar 50gr cuma untuk taburan.
  4. Telur 1 butir pakai putihnya aja, dipakai untuk lem kulit lumpia agar tidak lepas saat digoreng.
  5. Minyak goreng secukupnya.

Cara membuat :

  1. Sale pisang 3 biji di jajar di atas kulit lumpia.
  2. Taburi dengan gula pasir sedikit saja.
  3. Gulung kulit lumpia, lem dengan putih telur.
  4. Potong-potong sekitar 2cm.
  5. Goreng sampai keemasan dengan api sedang.
  6. Tiriskan dan siap dihidangkan.

Gampang kan, sambil merem juga bisa. Rasanya lebih renyah dibanding yang dijual di toko oleh-oleh karena kulitnya dari kulit lumpia. Bisa jadi tambahan penghasilan kalau memang ditekuni. Apalagi sekarang ini mau lebaran.

Selamat mencoba ummi ^^

_Sya’ban 7th 1437_

photo0245 (2)

Yuk Berhijab!

Standar

Bismillahirrahmanirrahim..

Semoga kita senantiasa dilindungi, dirahmati dan diridhoi Allah SWT.

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata-kata hijab, jilbab, kerudung, khimar. Banyak sekali tulisan-tulisan yang mengajak untuk berhijab, saya disini hanya salah satunya, yang semoga dengan tulisan ini akan ada saudari muslimahku yang belum berhijab terketuk hatinya untuk berhijab, dan menambah timbangan kebaikan aamiin. Saudariku muslimah, hijab itu wajib hukumnya. Allah sendiri yang memerintahkan kita berhijab dalam Al-Quran diantaranya surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59 yang berbunyi :

An-Nur ayat 31 :

  1. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

 

Al Ahzab ayat 59 :

  1. Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jadi hukumnya wajib bagi wanita muslim yang sudah baligh, hukum wajibnya sama dengan shalat, puasa ataupun zakat. Jadi yang belum berhijab, tunggu apalagi?? Saya disini hanya sebagai penyampai ayat Allah, untuk hidayah memang kembali ke masing-masing individu. Allah memberi hidayah kepada yang Dia kehendaki, dan menutup hati seseorang yang Dia kehendaki. Semoga kita semua termassuk orang-orang yang diberi hidayah,tapi jangan dilupakan bahwa hidayah itu harus dijemput, tidak hanya ditunggu.

Terkadang alasan seseorang belum berhijab adalah merasa dirinya belum baiklah, jadi tembemlah, gak penteslah, apalah. Padahal diatas sudah dijelaskan hijab itu kewajiban bagi muslimah. Seorang muslimah berhijab memang belum tentu baik, tetapi muslimah yang baik pasti berhijab. Justru dengan hijab itu membuat kita menjaga sikap dan berbuatan kita. Itu perintah Tuhan, masa iya mau ga sholat atau ga puasa wajib karena merasa belum baiklah, belum siaplah atau apalah.

My sister, hijab itu sebagai bentuk kecintaanmu pada Rabbmu dan Rasulmu, bentuk kecintaanmu pada ayah dan saudara laki-lakimu, dan untuk yang sudah menikah sebagai bentuk kecintaanmu pada suamimu. Hijab itu melindungimu, banyak kan eksperimen yang sudah dilakukan berbagai peneliti salah satunya membandingkan seorang wanita tidak memakai hijab dan yang memakai hijab, dimana seorang yang memakai hijab tidak diganggu saat melewati kerumunan berandal-berandal di New York.

Setelah engkau memakai hijab maka sempurnakanlah hijabmu, hijab yang tidak menampakkan lekuk tubuh, hijab yang menutup dada, hijab yang tidak nerawang, hijab yang tidak berlebih-lebihan dan hijab tanpa punuk unta. Sekarang ini banyak model-model hijab yang melilit-lilit, kuntel sana-kuntel sini, ahehe..kalo menurut saya pribadi, saya kurang suka soalnya gak bisa, ribet dan takut tabbaruj. Bayangin aja mau pergi butuh waktu yang lebih lama buat kuntel-kuntel, habis itu kalo tiba waktu sholat, nglepas sm benerin laginya susah. Dulu waktu pertama-tama memakai hijab, saya juga masih memakai hijab yang belum sesuai syariat, tapi lama-kelamaan saya merasa kok lebih nyaman menggunakan hijab yang syar’i. Risih rasanya misal pake celana kelihatan lekuk tubuh, pake jilbab ga nutup dada hingga terlihat lekuk dada. Astaghfirullahal’adzim..

Butuh hidayah memang untuk memakai hijab syar’i, tak semudah membalikkan halam buku. Banyak tantangan yang harus diterima, mulai dari tempat kerja, lingkungan sekitar dan lain-lain. Banyak yang menganggap pake jilbab besar termasuk aliran-aliran fanatik, ada yang menganggap memakai rok itu ribet, ada yang beranggapan berhijab syar’i itu kayak emak-emak dan ga fashionable, secara wanita itu selalu ingin tampil cantik. Tebel-tebelan kuping ajah ahehe, Rasulullah aja pas dakwah dapet hujatan, diludahi, dilempar kotoran samapai mau dibunuh, kalo cuma dicibir atau dinyinyiri mah lewaat.

Jika kalian takut tak akan dapat jodoh jika berhijab atau berhijab syar’i maka kalian salah. Allah telah berjanji di surat An Nur bahwa laki-laki yang baik diperuntukkan untuk perempuan yang baik. Janji Allah itu haqqulyakin pasti.

Saudariku para muslimah yang belum berhijab, yuk kita sama-sama melaksanakan kewajiban berhijab. Dan yang sudah berhijab, yuk kita sama-sama memperbaiki hijab kita dan akhlak kita. Dan untuk yang sudah baik semoga selalu istiqomah aamiin.

Subhanakarabbi’izzati’ammayasifun wasalamun’alalmursalin walhamdulillahirabbil’alamin.

Madiun, 11 Jumadilakhir 1437 H / 21 Maret 2016

Kun Anta – Humood AlKhuder

Standar

Translate

Ketika ingin bersaing dengan yang lain, aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya.

Jadi aku boleh jadi seorang yang lain hanya untuk berbangga.

dan aku sangka jika aku lakukan seperti itu aku akan dapat kelebihan.

Tetapi yang kuperoleh hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini.

Kita tidak memerlukan harta untuk menambahkan kecantikan, kecantikan dari dalam (jauhari) ada di sini di dalam hati ia bersinar.

kita tidak perlu memandang pandangan orang lain untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita, itulah kecantikan kita. semakin bertambah hingga ke atas.

Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang sedia ada.

Sungguh aku menerima mereka tetapi tidak pula aku meniru perwatakan mereka melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha.

aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku.

hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti.

Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku aku tidak perlukan orang lain menerimaku.

aku akan jadi apa yang aku suka kenapa aku perlu peduli tentang penerimaan mereka terhadapku.

Sumber : thethumbpost

Doa dalam Al-Quran

Standar

Al BAQARAH

  1. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, Kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
  2. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.
  3. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah Taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
  4. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
  1. Apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah hajimu, Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu[126], atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
  2. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”[127].

[126] adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu Bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. setelah ayat Ini diturunkan Maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan dzikir kepada Allah.

[127] inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim.

  1. Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”
  1. Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
  2. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

 

ALI IMRAN

  1. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)”.
  1. (yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami Telah beriman, Maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”
  1. Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
  2. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup[191]. dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

[191] sebagian Mufassirin memberi misal untuk ayat Ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.š

  1. Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah Aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.
  1. Ya Tuhan kami, kami Telah beriman kepada apa yang Telah Engkau turunkan dan Telah kami ikuti rasul, Karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.
  1. Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami[235] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

[235] yaitu melampaui batas-batas hukum yang Telah ditetapkan Allah s.w.t.

  1. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.
  2. Ya Tuhan kami, Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh Telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
  3. Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, Maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.
  4. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

 

AN-NISA :75

  1. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri Ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.

 

AL MAIDAH : 83, 114

  1. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang Telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah beriman, Maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.).
  1. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama”.

 

AL A’RAF : 23, 47, 89, 126, 151, 155

  1. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
  1. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
  1. Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah Keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah pemberi Keputusan yang sebaik-baiknya.
  1. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan Karena kami Telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.
  1. Musa berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah Aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.
  1. Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan Taubat kepada kami) pada waktu yang Telah kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan Aku sebelum ini. apakah Engkau membinasakan kami Karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara Kami? itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki[573]. Engkaulah yang memimpin kami, Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah pemberi ampun yang sebaik-baiknya”.

[573] perbuatan mereka membuat patung anak lembu dan menyembahnya itu adalah suatu cobaan Allah untuk menguji mereka, siapa yang Sebenarnya Kuat imannya dan siapa yang masih ragu-ragu. orang-orang yang lemah imannya Itulah yang mengikuti Samiri dan menyembah patung anak lembu itu. akan tetapi orang-orang yang Kuat imannya, tetap dalam keimanannya.

 

HUD : 47

  1. Nuh berkata: Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang Aku tiada mengetahui (hakekat)nya. dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya Aku akan termasuk orang-orang yang merugi.”

 

YUSUF : 101

  1. Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau Telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan Telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah Aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah Aku dengan orang-orang yang saleh.

 

IBRAHIM : 35-41

  1. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri Ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
  2. Ya Tuhanku, Sesungguhnya berhala-berhala itu Telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, Maka barangsiapa yang mengikutiku, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, Maka Sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  3. Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur.
  4. Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
  5. Segala puji bagi Allah yang Telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) doa.
  6. Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
  7. Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

 

AL ISRA’ : 24, 80

  1. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil”.
  1. Dan Katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah Aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) Aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong[866].

[866] Maksudnya: memohon kepada Allah supaya kita memasuki suatu ibadah dan selesai daripadanya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan serta bersih dari ria dan dari sesuatu yang merusakkan pahala. ayat Ini juga mengisyaratkan kepada nabi supaya berhijrah dari Mekah ke Madinah. dan ada juga yang menafsirkan: memohon kepada Allah s.w.t. supaya kita memasuki kubur dengan baik dan keluar daripadanya waktu hari-hari berbangkit dengan baik pula.

 

AL KAHFI : 10

  1. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”

 

MARYAM : 4-6

  1. Ia Berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku Telah lemah dan kepalaku Telah ditumbuhi uban, dan Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku.
  2. Dan Sesungguhnya Aku khawatir terhadap mawaliku[898] sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera,
  3. Yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

[898] yang dimaksud oleh Zakaria dengan mawali ialah orang-orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusannya sepeninggalnya.Yang dikhawatirkan Zakaria ialah kalau mereka tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, Karena tidak seorangpun diantara mereka yang dapat dipercayainva, oleh sebab itu dia meminta dianugerahi seorang anak.

 

TAHA : 25-29, 35, 114

  1. Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku[915],
  2. Dan mudahkanlah untukku urusanku,
  3. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
  4. Supaya mereka mengerti perkataanku,
  5. Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,

[915] nabi Musa a.s. memohon kepada Allah agar dadanya dilapangkan untuk menghadapi Fir’aun yang terkenal sebagai seorang raja yang kejam.

  1. Sesungguhnya Engkau adalah Maha melihat (keadaan) kami”. ’
  1. Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

[946] Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.

 

AL ANBIYA : 89

  1. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan Aku hidup seorang diri[968] dan Engkaulah waris yang paling Baik[969].

[968] Maksudnya: tidak mempunyai keturunan yang mewarisi

[969] Maksudnya: Andaikata Tuhan tidak mengabulkan doanya, yakni memberi keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah waris yang paling baik.

 

AL MU’MINUN : 26, 29, 39, 93-94, 97-100, 109, 118

  1. Nuh berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku[996], Karena mereka mendustakan aku.”

[996] pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. lihat selanjutnya surat Nuh ayat 26.

  1. Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah Aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”
  1. Rasul itu berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah Aku Karena mereka mendustakanku.”
  1. Katakanlah: “Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
  2. Ya Tuhanku, Maka janganlah Engkau jadikan Aku berada di antara orang-orang yang zalim.”
  1. Dan Katakanlah: “Ya Tuhanku Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.
  2. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”
  3. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia)[1021],
  4. Agar Aku berbuat amal yang saleh terhadap yang Telah Aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan[1022].

[1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.

[1022] Maksudnya: mereka sekarang Telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

  1. Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): “Ya Tuhan kami, kami Telah beriman, Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.
  1. Dan Katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.”

 

AL FURQAN : 65, 74š

  1. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.
  1. Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

 

AS SYU’ARA : 83-91, 117-118

  1. (Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah Aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
  2. Dan jadikanlah Aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) Kemudian,
  3. Dan jadikanlah Aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
  4. Dan ampunilah bapakku, Karena Sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
  5. Dan janganlah Engkau hinakan Aku pada hari mereka dibangkitkan,
  6. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
  7. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
  8. Dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,
  9. Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat”,
  1. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku Telah mendustakan aku;
  2. Maka itu adakanlah suatu Keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah Aku dan orang-orang yang mukmin besertaku”.

 

AN NAML : 19, 44

  1. Maka dia tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.Ÿ
  1. Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku Telah berbuat zalim terhadap diriku dan Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.

 

AL QASAS : 16-17, 21, 24

  1. Musa mendoa: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku Telah menganiaya diriku sendiri Karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, Sesungguhnya Allah dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  2. Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi nikmat yang Telah Engkau anugerah- kan kepadaku, Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang- orang yang berdosa”.
  1. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu[1117] dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah Aku dari orang-orang yang zalim itu”.

[1117] Maksudnya: merasa sangat khawatir, kalau-kalau ada orang yang menyusul untuk menangkapnya.

  1. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, ke- mudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya Aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan[1118] yang Engkau turunkan kepadaku”.

[1118] yang dimaksud dengan Khair (kebaikan) dalam ayat Ini menurut sebagian besar ahli tafsir ialah barang sedikit makanan.

 

AL ANKABUT : 30

  1. Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah Aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

 

AS SAFFAT : 180, 182

  1. Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.
  1. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

 

SAD : 35

  1. Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah Aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”.

 

AZ ZUMAR : 46

  1. Katakanlah: “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya.”

 

AL MU’MIN / GAFIR : 5-9

  1. Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka Telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat Telah merencanakan makar terhadap Rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; Karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
  2. Dan Demikianlah Telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, Karena Sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.
  3. (Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
  4. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang Telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
  5. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya Telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar”.

 

AL AHQAF : 15

  1. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia Telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah Aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang Telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya Aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

 

AL HASYR : 10

  1. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

 

AL MUMTAHANAH : 2-5

  1. Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.
  2. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada bermanfaat bagimu pada hari kiamat. dia akan memisahkan antara kamu. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.
  3. Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka Berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan Telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: “Sesungguhnya Aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan Aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami Hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan Hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan Hanya kepada Engkaulah kami kembali.”
  4. “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

[1470] nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : Ini tidak boleh ditiru, Karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (lihat surat An Nisa ayat 48).

 

AT TAHRIM : 8, 11

  1. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”š
  1. Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu[1488] dalam firdaus, dan selamatkanlah Aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah Aku dari kaum yang zhalim.

[1488] Maksudnya: sebaliknya sekalipun isteri seorang kafir apabila menganut ajaran Allah, ia akan dimasukkan Allah ke dalam jannah.

 

NUH : 28

  1. Ya Tuhanku! ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahKu dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”.

 

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Meluruskan Niat

Standar

Bismillahirrahmanirrahim.

  1. Saya meminta kekuatan, dan Allah memberi saya kesulitan untuk membuat saya kuat.
  2. Saya bertanya tentang kebijaksanaan, dan Allah memberi saya masalah untuk diselesaikan.
  3. Saya meminta untuk kemakmuran, dan Allah memberi tenaga untuk bekerja.
  4. Saya meminta keberanian, dan Allah memberi saya bahaya untuk diatasi.
  5. Saya meminta cinta, dan Allah memberi saya orang-orang yang bermasalah untuk dibantu.
  6. Saya meminta nikmat, dan Allah memberi saya peluang.
  7. Saya tidak meminta apa-apa untuk diri saya, tetapi saya menerima semua apa yang saya butuhkan.

_Shalahuddin Al-Ayubi_

Terkadang saya heran, kebanyakan orang masih suka bertanya ‘Puasa biar cepet dapat jodoh ya, shalat malam biar A, B, C atau biar dapat apa?’ ‘Dapat kerja enak amalannya apa sih?’ Hei itu semua terlalu kecil jika dibandingkan dengan ridho Allah, terlalu sempit dan berpikir dunia.

Yuk mari kita sama-sama belajar meluruskan niat, beribadah hanya untuk Allah. Segala sesuatu yang kita lakukan semata-mata hanya untuk menggapai ridho Allah. Bekerja untuk beribadah kepada Allah, rejeki yang berupa gaji itu bonus. Dan selalu ingat bahwa di dalam harta kita ada harta yang menjadi hak orang lain. Belajar bukan untuk mendapat nilai tinggi, tapi diniatkan agar kita bisa dan dapat dapat mengamalkan ilmu yang kita dapat di jalan Allah.

Pun sama saat kita membantu sesama, meringankan bebannya. Bukan semata-mata ingin mendapat pujian atau agar orang itu cinta kepada kita. Hal itu terlalu sempit dan kecil jika dibanding dengan ridho Allah. Coba kita bandingkan, jika kita membantu sesorang dan mengharap pada sesorang itu seringkali kita banyak medapat kekecewaan, tetapi jika kita ikhlas lillahita’ala maka dengan membahagiakan orang lain justru menambah kebagaiaan kita. Muslim adalah seperti satu kesatuan anggota badan, jika salah satu anggota badan sakit maka yang lain ikut merasakan sakit. Untuk itulah sesama muslim wajib saling membantu dalam kebaikan, saling meringankan beban hidup.

Lakukanlah kebaikan sekecil apapun, karena kita tidak tahu kebaikan mana yang akan menuntun kita ke surga.

Niatkan semua lillahita’ala.

Susah memang, tetapi mudah-mudahan kita semua dimudahkan menjadi hamba Allah, menjadi agen muslim yang baik. Karena jika kita meniatkan segala sesuatu yang kita lakukan karena Allah, maka insyaAllah akhlak kita dengan sendirinya akan menjadi baik..aamiin

Meneladani akhlak Rasulullah, manusia paling mulia di muka bumi ini. Mencontoh perilaku sahabat-sahabat beliau, semoga kita semua dimudahkan aamiin. Sekarang saatnya kita muhasabah diri, sudahkah niat kita lurus lillahita’ala?? Yang paling tahu adalah diri kita sendiri, jika belum maka mari kita belajar luruskan niat lillahita’ala ^^ bismillah allahuma yasir walatuatsir. Semoga bermanfaat.

Subhanakarabbi’izzati’ammayasifun wasalamun’alalmursalin walhamdulillahirabbil’alamin.

Madiun, 27 Jumadilawal 1437 H / 7 Maret 2016