Abstrak KTI sibling rivalry

Standar


HUBUNGAN JARAK USIA DAN JUMLAH SAUDARA DENGAN

SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN

DI DESA BUTUH KECAMATAN BUTUH

KABUPATEN PURWOREJO

TAHUN 2011

 

Sri Nurasih[1], Wahyu Pujiastuti[2]

Latar belakang penelitian ini berdasarkan dari studi pendahuluan yang pernah dilakukan peneliti sebagian besar anak usia 1-5 tahun yang lebih tua mengalami sibling rivalry terhadap saudaranya yang lebih muda dengan faktor dominan jarak usia, jumlah saudara, sikap orang tua, jenis disiplin, pengaruh orang luar dan jenis kelamin.

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara jarak usia dan jumlah saudara dengan sibling rivalry pada anak usia 1-5 tahun di Desa Butuh Kabupaten Purworejo tahun 2011. Penelitian dilakukan dari bulan April sampai dengan Mei 2011.

Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan menggunakan kuesioner yang disebar sebanyak 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dan koefisien kontingensi menggunakan tingkat signifikan 0,05 (95%). Dengan hasil nilai chi kuadrat hitung hubungan jarak usia dengan sibling rivalry adalah 15,127 dan tingkat signifikan 0,019, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara jarak usia dengan sibling rivalry. Nilai chi kuadrat hitung hubungan jumlah saudara dengan sibling rivalry adalah 8,398 dan tingkat signifikan 0,038, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara jumlah saudara dengan sibling rivalry.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah adanya jarak usia yang relatif dekat dapat mempengaruhi terjadinya sibling rivalry dan jumlah saudara yang relatif sedikit juga dapat mempengaruhi terjadinya sibling rivalry.

Saran bagi orang tua hendaknya dapat lebih dulu mempersiapkan anak untuk menerima saudaranya yang baru lahir dimulai sejak masa kehamilan, hal ini bertujuan agar anak yang lebih tua masih mendapatkan kasih sayang walaupun hadir adiknya nanti. Perlu juga adanya perencanaan jarak usia kehamilan dan jumlah saudara untuk menentukan keluarga berkualitas dan meminimalkan adanya masalah perkembangan anak terutama sibling rivalry.

 

Kata kunci : sibling rivalry, jarak usia, jumlah saudara


[1] Mahasiswi Prodi Kebidanan Magelang

[2] Pembimbing Prodi Kebidanan Magelang

About chinue

just simple girl who wanna be happy dunya wal akhiroh, seorang anak dari orang tua yang sangat ingin saya bahagiakan, seorang kakak yang kadang justru manja dengan adiknya, seorang teman, seorang sahabat yang selalu merepotkan, dan seorang hamba Allah yang terus belajar bagaimana menjadi hambaNYA sesuai dengan tuntunannNYA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s