WHAT’S A BEAUTIFUL INDONESIA!

Standar

Januari 2016, bismillah..melawan lupa dan sedikit merangkai ingatan.

WHAT’S A BEAUTIFUL INDONESIA!

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang dilewati garis khatulistiwa dengan pesona alam yang luar biasa indah. Butuh waktu panjang untuk menjelajahi setiap daerah dengan surga yang tersembunyi di dalamnya. Ini merupakan sekelumit kisahku yang tak hanya tentang perjalanan jalan-jalan tetapi juga tentang perjalanan hidup yang bergitu berharga.

Saya seorang anak perempuan yang lahir di daerah pesisir selatan pulau Jawa dan dibesarkan dengan pendidikan adat Jawa-Islam. Keluarga kami sangat menjunjung tinggi nilai dan norma yang ada di masyarakat. Tetapi orang tuaku memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk menentukan pilihan selama pilihan itu tidak melanggar norma agama dan adat, tidak seperti keluarga lain yang terkadang membatasi kebebasan anak perempuan mereka.

Dimulai dari lulus SMA, the journey is begin..

Magelang, kota yang berada di bagian tengah pulau Jawa, di sebelah utara Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya menemukan ilmu, persahabatan dan pengalaman berharga di sini. Menjadi anak kos untuk pertama kalinya, menemukan teman kos dan kuliah yang sudah seperti saudara sendiri. Di sini saya belajar mandiri dan hidup sederhana. Sesekali kami jalan-jalan di akhir pekan untuk sekedar menghilangkan kepenatan rutinitas kuliah.

Rentang waktu 2008-2012, berkutat di wilayah Jawa Tengah dengan segala eksotikanya. Mulai dari kampung halam Purworejo, tetangga sebelah Kebumen, Magelang, Ambarawa, Wonosobo, Banjarnegara, Yogyakarta, Solo, Purwokerto sampai dengan Semarang. Berikut adalah dokumentasi yang tersisa dari sebuah perjalanan, sebagian yang lain tak dapat terdokumentasikan. Ada juga yang tak bisa diselamatkan ahehe..

 

file-page2

Ambarawa : Telaga Rawa Pening dan Museum Kereta Api

Telaga misitis dengan segala misteri dan cerita rakyat yang ada didalamnya, menurut saya ini adalah tempat yang romantis. Di pinggir telaga terdapat seperti sebuah taman bermain, banyak mainan anak-anak seperti ayunan warna-warni, jungkat-jungkit, terowongan ban, dll. Taman ini dinamakan Bukit Cinta, mungkin karena banyak juga yang datang bersama pasangan. Tak jauh dari Telaga Rawa Pening terdapat museum kereta api, ini sebenarnya dulunya adalah stasiun. Berhubung jalur Yogyakarta-Semarang ditutup maka stasiun ini dijadikan museum. Suasana klasik dengan bangunan art-deco khas peninggalan Belanda, kereta-kereta tak terpakai dengan model klasik pula, tak heran museum ini sering digunakan untuk acara syuting film atau foto prewedding. Jika ingin merasakan asyiknya naik kereta uap jaman doeloe bisa juga, dengan merogoh kocek lebih dalam atau patungan rame-rame.

Magelang : Taman Kyai Langgeng, Alun-Alun Magelang, Bukit Rhema, Candi Borobudur dan Candi Mendhut, Curug silawe, Kedung Kayang-Sekar Langit.

file-page6

Candi Borobudur yang merupakan candi Budha terbesar di Indonesia (dulu pernah jadi 7 keajaiban dunia, banyak turis-turis yang datang ke candi ini. Saat itu saya bertemu dengan sepasang turis dengan keterbatasan pada tangan sang suami. Saya sangat kagum, betapa John (nama samaran) tang terganggu dengan keterbatasannya itu, justru beliau terlihat sangat bersemangat memfoto menggunakan tangan satunya yang sempurna. Pelajaran bergarga yang dapat digunakan untuk waktu mendatang. Candi Borobudur akan sangat cantik pada malam waisak, dimana akan ada banyak lampion, sayang saya belum pernah menyaksikannya secara langsung. Candi-candi di sekitar Borobudur ada 2 yaitu candi mendhut dan plaosan. View sunrise cantik juga bisa dilihat dari Bukit Rhema atau Bukit Suroloyo.

Untuk wisata keluarga bisa di pilih taman kyai langgeng atau taman-taman kota lain seperti Badakan atau bisa sekedar jalan-jalan di Alun-Alun Madiun. Wisata alam di kota ini jika ingin melihat air terjun bisa ke Curug Silawe atau Sekarlangit, jika ingin mengintip si cantik Merapi bisa dari Ketep Pass, atau mungkin bisa mendaki sekalian. Sayang saya belum berkesempatan untuk itu.

Jejak-jejak Merapi di Pabelan Muntilan dan Kinahrejo (Lereng Merapi)

Bencana lahar dingin merapi menyisakan jejak-jejak kebesarannya, beberapa jembatan besar putus, pohon-pohon mengering terkena awan panas. Saya pernah menjadi petugas relawan berjaga di Muntilan saat merapi disiagakan dengan jarak aman radius lebih dari 6km. Rasanya was-was, merasa begitu kecilnya manusia hingga sebenarnya manusia itu tak berhak sombong sedikitpun. Saat menjelang malam, suara gemuruh merapi berdentuman bak petir tanpa hujan, disertai hujan abu, tak hanya abu terkadang disertai kerikil hingga terdengar suara keras di atap rumah. Hanya doa, hanya doa, dan sekali lagi hanya doa yang bisa dilakukan sambil sesekali menajamkan telinga jikalau ada pengumuman harus segera evakuasi. Anak-anak banyak yang mengalami trauma, jika disuruh menggambar pemandangan, secara spontan mereka akan menggambarkan kekejaman merapi dengan melukis gunung berhujan batu atau kepulan awan panas. Di pengungsian merapi saya belajar banyak, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan. Logistik hanya bergantung pada penderma, tidur di barak-barak tenda yang saat hujan harus bermasalah dengan lumpur, tetapi semuanya saling bahu-membahu, saling menguatkan satu sama lain. Pengalaman yang tak akan terlupa seumur hidup. Tak bisa kubayangkan jika saya yang berada di posisi mereka, berjuta-juta kali lebih baik menjadi relaan membantu korban bencana daripada harus menjadi korban. Tapi mereka yang menjadi korban tak adapat memilih, hanya pasrah dan doa yang selalu dipanjatkan. Si cantik yang berubah menjadi garang, yang sebenarnya sebagai pengingat manusia bahwa Tuhan memegang kendali seluruh alam semesta. Semester akhir kuliah, saya mendapat tempat praktek kerja lapangan di Pabelan, salah satu desa yang menjadi saksi bencana merapi. Kira-kira sudah 6 bulan sejak merapi batuk, warga di sana sudah mulai bangkit, mereka sudah beraktifitas seperti biasa. Bahkan ada tambahan untuk mata pencaharian mereka, lahar dingin dengan membawa material pasir dan batu membawa berkah tersendiri bagi penambang-penambang. Pohon-pohon sedikit-sedikit mulai hijau, tanah vulkanis adalah tanah paling subur yang pernah ada di dunia ini. Merapi dengan segala efek negatif dann positifnya, tapi untuk manusia yang berbikir, semua itu tak ada yang sia-sia, semua pasti ada hikmahnya.

Wonosobo-Banjarnegara : Lembah Pegentan, Kebun teh Wonosobo, Telaga Warna, Komplek Candi Arjuna, Bukit Si Kunir

Wonderful Dieng! Negeri di atas awan, Dieng merupakan pegunungan aktif yang merupakan dataran tertinggi di Jawa Tengah. Setengah kawasannya masuk ke Wonosobo dan setengahnya Banjarnegara. Udara yang dingin, mie ongklok yang hangat dan ditemani buah carica. Itu semua akan mengingatkan pada daerah ini. Pertama kali ke sana dengan tekad nekad, motoran bareng temen-temen lewat jalur Magelang-Temanggung-Wonosobo-Dieng. Pulangnya jam delapan malem lewat jalur Wonosobo-Kepil-Purworejo. Mungkin taka akan ada yang mengira saya itu perempuan, bayangkan, jalan sepi tanpa lampu penerangan, hanya mengandalkan penerangan lampu motor, melewati tebing-tebing lembah dan bukit. Untuk kesekian kalinya, doa menyelamatkanku.

Kedua kali ke Dieng, melakukakn penanjakan ke bukit Sikunir untuk hunting sunrise. Ternyata di sana sudah banyak manusia-manusia haus sunrise sudah berkumpul. Dari berbagai negara, kebetulan waktu itu saia sempat ngobrol dengan Lein, Mark, dan Dein yang asli Belanda. Bahasa tak menghalangi kami berbahagia bersama-sama menikmati bukit dan sunrise. Pengalaman tak terlupakan, dengan bahasa inggris yang seadanya, selebihnya menggunakan bahasa tarzan ahehe. Berbagi makanan, minuman dan berfoto bersama. Bangsa mantan penjajah dan jajahannya disatukan oleh Dieng.

file-page3

 

Semarang : Sampokong, Lawang Sewu, Pagoda Watu Gong, Masjid Agung

Pengalaman paling menarik adalah pada saat jelajah Lawang Sewu, Lawang sewu dulunya adalah kantor pemerintahan sekaligus penjara bawah tanah pada zaman penjajahan. Banyak cerita mistis di sini, bahkan sering untuk syuting film horor. Jangan sekali-kali jalan sendiri atau tanpa pemandu, berhubung teman kami ada yang bisa melihat makhluk supranatural jadinya kami hanya sebentar di bangunan ini.

Masjid Agung Semarang, dengan payung-payung megahnya bak di Baitullah. Payung-payung ini dibuka pada saat shalat jumat hari jumat saja.

file-page1

 

Yogyakarta : Pantai Indrayanti, Benteng Vredeburg, Tugu Jogja, Resto Korea, Perbatasan Purworejo-Jogja, Stasiun Tugu, Kalibiru, Museum DeMata, Komplek Candi Sewu-Prambanan, Alun-Alun Kidul Jogja (Beringin Kembar), Tamansari, Taman Pintar.

Jogja istimewa dengan segala keunikan, bangunan-bangunan tempo dulu perpaduan peninggalan kerajaan dan kolonial Belanda, wisata alam yang luar biasa indah, kuliner serta kearifan lokalnya. Setiap sudut Jogja itu romantis, tak heran banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang rela menyambangi kota ini. Setiap orang yang pernah berkunjung ke Jogja pasti akan merindukannya, seperti halnya saya. Jika tidak percaya, silahkan mempir ke Jogjakarta, masyarakatnya akan menyambutmu dengan penuh senyuman hangat. Tak akan cukup kata-kata melukiskan seistimewa apa Jogja, pantai-pantai di seretan wilayah Gunung Kidul dengan pasir putihnya, candi-candi cantik sisa-sisa kejayaan masa lalu masih berdiri dengan kokoh, dan adat Jawa kental yang dilakukan di wilayah sekitar keraton Jogja menambah keistimewaan kota ini.

 

Surakarta : Kraton Kasunanan Surakarta

Surakarta atau Solo is the spirit of Java, secara keseluruhan hampir mirip dengan Jogja dalam hal adat dan masyarakatnya.

file-page4

 

Purworejo-Kebumen : Pantai Glagah, Pantai Jatimalang, Pantai Keburuhan, Masjid Agung Purworejo, Jembangan Wisata Alam, Lubang Sewu, Gua Gong, Baturaden, Pantai Menganti, Stasiun Purworejo, Alun-Alun Kutoarjo, Kawedanan Kutoarjo, Waduk Wadaslintang, Jembatan Gantung Lubanglor, Goa Jatijajar, Taman Aquarium Purbasari Pancuran Mas, Bukit Pentulu Indah.

Purworejo dan sekitarnya, its my hometown. Tak akan pernah terganti dengan tempat manapun. Rumah yang selalu membuatku ingin pulang. Mungkin banyak yang tidak tahu tentang kota ini, kota ini memang tergolong kota yang bukan metropolitan, suasana pedesaan masih kental. Tak akan ditemui mal-mal seperti di kota-kota besar, tapi itulah yang membuat tenang dan nyaman. Wisata-wisata alam dan pantai-pantainya belum diolah secara optimal oleh pemerintah setempat, tapi sebenarnya wisata alam nan cantik tersembunyi di kota ini. Di kota ini juga terdapat Bedug terbesar di Asia Tenggara. Kulinernya tak kalah dibanding dengan kota-kota lain. Silahkan visit Purworejo dan sekitarnya untuk petualangan baru.

 

Bandung, dimulai dari saat lulus kuliah, tahun 2013 saya ditakdirkan mengamalkan ilmu di kota ini. Paris van java yang menawan. Penempatan pekerjaan di Kabupaten Bandung yang agak jauh dari kota, dengan kemampuan bahasa sunda yang nol besar (saya suku Jawa tulen dari buyut) hanya mengandalkan bahasa Indonesia yang kadang nenek-nenek sunda ga tahu maksud saya. Dari situ saya belajar banyak, tentang persaudaraan, keikhlasan dan kerendah hatian. Di sela-sela libur saya menyempatkan jalan-jalan di kota ini, sekedar main ke kota atau sengaja ke tempat-tempat wisata yang menjadi icon kota Bandung. Banyak sekali pengalaman, banyak sekali suka duka di kota ini, Bandung adalah rumah singgah yang mengajarkan hidup itu harus hidup, tak hanya sekedar menjadi seonggok daging berjalan dengan label nama masing-masing.

file-page5

Bandung : Cihampelas Walk (Ciwalk), Kawah Putih Ciwidey, Unpad, Masjid Agung Bandung, Gedung Sate, Stasiun Bandung, Kantor Pemda Bandung, Dago Pakar, Gedung Merdeka, Museum KAA, Masjid Buah Batu, Tangkuban Prau, TSM, Kawah Kamojang, ITB.

Tempat wisata asik yang ada di Bandung itu banyak luar biasa. Mau wisata alam, wisata kuliner sampai fashion semua ada. Dengan udara yang sejuk, akan membuat kita semua betah di kota ini. Yang paling mengesankan adalah saat jalan-jalan ke Kawah Kamojang di ujung Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan Garut. Jalannya amazing, naik turun gunung hampir 75 derajat. Untuk menuju kawah menggunakan mobil bak setengah tertutup, dimana mobil tersebut lewat satu jam sekali. Semua diangkut disitu, mau manusia, rumput, kadang malah kambing. Itu merupakan alat transportasi umum satu-satunya masyarakat disitu. Sampai di atas, tak akan pernah terbersit akan ada tekonologi canggih. Tetapi itu hal yang keliru, di ketinggian tanah kamojang ini akan dijumpai mega proyek geothermal pertamina yang memanfaatkan panas bumi. Selang-selang raksasa menyalurkan gas-gas bumi untuk kesejahteraan umat. Dan yang paling membuat kagum adalah seorang kakak kelas yang dengan senang hati ditempatkan disini sebagai bidan, rela tiap bulan posyandu mengarungi jalan terjal dengan waktu yang tidak singkat. Itulah kegigihan, itulah keikhlasan, itulah kebermanfaatan manusia untuk manusia lain.

Dan sekarang saya disini, Jawa Timur. Hijrah dimulai tahun 2014 sampai dengan sekarang. Adaptasi dengan orang-orang baru, adaptasi dengan adat baru, adaptasi dengan cuaca baru dan adaptasi dengan lingkungan kerja baru. Manusia dikaruniai kemampuan adaptasi yang luar biasa, tetapi tetap saja saat proses adaptasi itu akan ada perasaan yang tidak nyaman. Saya banyak belajar tentang rasa syukur, kesabaran, keikhlasan dan rendah hati. Perbedaan yang amat sangat jika dibandingkan dengan tempat sebelumnya, dan saya masih tetap belajar hidup berkehidupan disini sampai sekarang. Sama seperti tempat-tempat sebelumnya, di sela-sela kesibukan, saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Baik itu jalan-jalan yang sekedar refreshing atau jalan-jalan berkepentingan.

file-page7

Jawa Timur : Jembatan Suramadu, Monumen Kapal Selam, Masjid Agung Madiun, Alun-Alun Ponorogo, Pantai Klayar, Pantai Soge, Simpang Lima Gumul, Alun-Alun Madiun, Monumen Kresek, Grape, Masjid Agung Kediri, Telaga Sarangan, Alun-Alun Magetan, Candi Cetho, Benteng Pendem Ngawi, Batu-Malang.

Banyak tempat-tempat indah di provinsi ini, yang belum kesampaian adalah jalan-jalan ke Bromo atau mendaki Mahameru. Pengalaman paling nekat yaitu saat jalan-jalan ke Malang, taka ada saudara, tak ada teman yang dikenal. Hanya mengandalkan search engine, saya dan teman saya menyewa motor berpetualang mencari tempat-tempat iconic. Maps GPS dan bertanya pada penduduk pribumi mengantarkan kami ke tempat tujuan dan alhamdulillah dapat kembali dengan selamat.

Petualangan di jawa Timur belum selesai, saya tak tahu saya akan berada disini sampai kapan. Menunggu Tuhan akan membawa saya kemana. Seperti perantau-perantau yang lain, saya tetap bermimpi suatu saat akan kembali ke pangkuan ibu di kampung halaman.

Next journey…(masih menjadi rahasia Allah SWT)

 

Madiun, 25 Januari 2016 (14 Rabbiulawal 1437 H)

 

 

 

 

 

About chinue

just simple girl who wanna be happy dunya wal akhiroh, seorang anak dari orang tua yang sangat ingin saya bahagiakan, seorang kakak yang kadang justru manja dengan adiknya, seorang teman, seorang sahabat yang selalu merepotkan, dan seorang hamba Allah yang terus belajar bagaimana menjadi hambaNYA sesuai dengan tuntunannNYA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s